Perwakilan keempat negara ini akan bertemu di Kabul untuk melanjutkan kembali pembicaraan damai yang terhenti sejak musim panas lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut Direktur Grup Analisis Asia Selatan, S. Chandrasekharan, pembicaraan ini tidak akan berdampak signifikan untuk sekarang ini.
"Secara stretegis, pembicaraan ini penting bagi semua pihak terkait, tapi tidak akan membawa perubahan sekarang. Taliban terus menambah kekuatannya dan pasukan [pemerintah] dalam posisi bertahan. Sebelum ada jalan buntu, pembicaraan ini tidak akan sukses," ujarnya.
Pekan lalu, ketua negosiasi dari Afghanistan mengatakan bahwa pembicaraan lanjutan akan berfokus untuk membujuk Taliban agar menghentikan kekerasan.
Dalam pernyataan dalam situs resmi pada Sabtu lalu, Taliban tak membahas keikutsertaan mereka dalam pembicaraan tersebut, tapi menolak campur tangan AS. Menurut mereka, AS merupakan penyebab perang yang menewaskan ratusan ribu warga Afghanistan.
"Di sisi lain, mereka di barisan depan kelompok negosiasi perdamaian," tulis Taliban. (stu/stu)