Dalam surat elektronik yang dikirim ke Reuters, COGAT, unit dari Kementerian Pertahanan Israel, mengatakan pada Kamis (21/1) bahwa keputusan untuk mengambi teritori sudah diambil dan “tanah itu dalam proses untuk dideklarasikan sebagai tanah milik negara.”
Pengambilalihan tanah ini pertama kali disiarkan oleh Army Radio pada Rabu. Wilayah yang diambil akan meliputi 154 hektar tanah di Lembah Jordan, dekat dengan Jericho, area di mana Israel sudah memiliki banyak lahan pertanian di tanah milik Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanan Ashrawi, pejabat senior di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menggambarkan langkah Israel ini sebagai pelanggaran hukum internasional.
Lihat juga:Sekte Sesat di Berbagai Negara |
Pada Agustus 2014, tak lama setelah Hamas menculik dan membunuh tiga remana Yahudi, Israel mengambil alih 400 hektar lahan di blok permukiman Etzion dekat Bethlehem. Ini merupakan yang terbesar dalam 30 tahun, menurut organisasi antipermukiman, Peace Now.
Menurut statistik pemerintah Israel, saat ini terdapat 550 ribu pemukim Yahudi yang tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Sekitar 350 ribu warga Palestina tinggal di Yerusalem Timur dan 3,5 juta di Tepi Barat. (stu)