Perusahana Mitsubishi Heavy Industries, MHI, yang meneliti puing itu melalui foto dan video mengatakan benda besi tersebut "kemungkinan besar" adalah bagian dari roket H-IIA atau H-IIB yang diluncurkan di selatan Jepang.
Suwashita mengatakan, puing roket jatuh ke laut setiap kali diluncurkan. Kebanyakan dikumpulkan kembali, beberapa jatuh jauh dari lokasi peluncuran, termasuk di perairan internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuh roket H-IIA telah diluncurkan dalam dua tahun terakhir dari Pusat Antariksa Tanegashima. Kondisi puing yang banyak ditempeli teritip kemungkinan menunjukkan peluncuran roket setahun yang lalu atau lebih.
Penemuan puing itu memicu spekulasi soal pesawat MH370 yang hilang hampir dua tahun yang lalu dengan 239 orang di dalamnya.
Sejauh ini, satu-satunya puing MH370 ditemukan di Pulau Reunion pada Juli 2015. Pencarian masih terus dilakukan di Samudera Hindia. (den)