“Kami mendapat laporan bahwa militan ISIS menggunakan area terpencil ini untuk berlatih, beristirahat dan mengisi cadangan mereka,” kat Lavrov dalam sebuah konferensi pers di Moskow, Selasa (26/1), dikutip dari RT.
Ia menambahkan bahwa perbatasan Georgia dan Rusia belum dibuka karena "ancaman teror dari Pansiki Gorge belum sirna." Dan karenanya, tidak mungkin menghapus ketetapan visa antara Rusia dan Georgia saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Moskow meringankan aturan visa untuk warga Georgia pada Desember tahun lalu.
"Terkait Pansiki Gorge, menteri Lavrov membuat pernyataan bertendensi, karena otoritas Georgia mengontrol secara penuh wilayah ini," kata utusan khusus Perdana Menteri Georgia untuk Hubungan Rusia, Zurab Abashidze, dikutip dari Interfax.
Meski begitu, Abashidze mengakui ada 30 warga Georgia bergabung ISIS ke Suriah, dan mereka menghadapi dakwaan jika kembali ke Georgia.
Pansiki Gorge sendiri menjadi popule pada tahun 2000-an, karena menjadi pusat aktivitas kelompok pemberontak. Mayoritas etnis asli penduduknya adalah Chechen, dan banyak warga yang lari ke sana karena menghindari konflik di Chechnya. (stu)