Kasus pemerkosaan ini pertama kali terkuak dari laporan sejumlah media Rusia yang menyatakan bahwa seorang gadis berusia 13 tahun diculik selama 30 jam, dan diperkosa secara berkelompok oleh sejumlah pria keturunan Arab di Berlin awal bulan ini.
"Saya berharap masalah ini tidak ditutup-tutupi, mengulangi insiden menghilangnya gadis Rusia di Jerman yang ditutup-tutupi untuk waktu yang lama karena sejumlah alasan," kata Lavrov, dikutip dari CNN, Rabu (27/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perwakilan dari kantor kejaksaan menyatakan bahwa sang gadis yang berbahasa Rusia itu dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak dia menghilang pada 11 Januari 2016. Ia kemudian kembali ke keluarganya setelah 30 jam tanpa kabar, mengaku diculik dan diperkosa.
Namun, pemeriksaan medis tidak menemukan bukti adanya pemerkosaan atau terjadinya hubungan seksual. Sang gadis kemudian diketahui mengubah ceritanya.
"Jelas bahwa [dia] tidak sengaja menghilang selama 30 jam. Kebenaran dan keadilan harus menang di sini," kata Lavrov.
Polisi dan jaksa di Jerman tengah sedang menyelidiki dua tersangka yang diduga terkait dalam kasus ini. Namun, belum ada rincian soal identitas para tersangka.
Lavrov memaparkan bahwa Rusia berharap Jerman "sukses menangani masalah-masalah besar yang disebabkan oleh imigran."
"Saya benar-benar berharap bahwa masalah imigrasi ini tidak akan menyebabkan upaya untuk memoles realitas hanya untuk kepentingan politik," kata Lavrov. "Masalah perlu dijabarkan apa adanya, dan solusi yang terbuka dan jelas perlu diajukan."
Kantor kejaksaan juga menyatakan bahwa hingga kini para penyidik masih belum mengetahui ke mana sang gadis menghilang, dan apa yang dilakukannya selama 30 jam itu.
Namun, kesaksian yang diberikan sang gadis ke pihak penyidik menunjukkan bahwa sang gadis diduga sudah melakukan hubungan seks sebelum menghilang. Jika benar, maka hubungan seksual itu dapat diklasifikasikan sebagai pelecehan anak atau perkosaan di bawah umur.
Reuters menyebutkan investigasi itu menunjukkan bahwa sang gadis telah melakukan hubungan seksual dengan dua pria berusia 20 tahun sebelum dia menghilang. Namun, kedua pria itu tidak terkait dengan kasus menghilangnya sang gadis.
Sementara, menanggapi tuduhan Lavrov, para pejabat Jerman menilai Rusia mempolitisir kasus ini. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Martin Schaefer menyatakan dia yakin pada kemampuan polisi Berlin dan jaksa untuk menangani kasus ini.
Namun, dia tidak yakin dengan pemberitaan media di Rusia. Menurutnya, warga Rusia yang cerdas akan dapat memiliki opini sendiri terkait laporan tersebut.
"Lama kelamaan, kebohongan pasti akan terbongkar," kata Schaefer, dikutip dari Reuters.
Schaefer juga mendesak para politisi, media dan keluarga sang gadis untuk mengingat "bahwa [kasus] ini soal seorang gadis berusia 13 tahun, dan pasti tidak berminat untuk mengeksploitasi ini secara politik." (stu)