Diberitakan Reuters ihwal finalisasi kontrak pembelian pesawat dari perusahaan Perancis itu disampaikan oleh televisi pemerintah Iran pada Kamis (28/1).
"Kontrak Airbus telah final. Pesawat akan dikirimkan ke Iran secepatnya dalam waktu empat tahun. Teherap akan membayar pesawat itu dalam waktu 10 tahun," ujar televisi Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rouhani di hadapan para pengusaha di Perancis mengatakan Iran akan memulihkan hubungan bisnis dengan negara itu kendati memiliki masalah diplomatik.
Iran rencananya akan membeli pesawat Airbus mulai dari jenis turboprop hingga superjumbo untuk mengganti armada mereka yang sudah berusia lebih dari 25 tahun, seperti Airbus A300 dan Fokker 10 yang sudah tidak diproduksi lagi.
Akibat sanksi juga, Iran tidak bisa mengimpor suku cadang pesawat, membuat armada terbang mereka rentan kecelakaan. Sejak revolusi tahun 1979, ada 26 kecelakaan pesawat sipil di Iran, menewaskan lebih dari 900 orang.
Kesepakatan dengan Airbus adalah langkah awal Iran memperbaiki penerbangan mereka. Menurut anggota parlemen Iran Mahdi Hashemi, Iran butuh 500 pesawat baru dalam tiga tahun ke depan. Saat ini Iran hanya memiliki 150 pesawat. (stu)