Sang remaja yang bernama Lisa dilaporkan kedua orang tuanya setelah menghilang pada 11 Januari setelah tidak berangkat ke sekolahnya di distrik Marzahn, ibu kota Berlin. Lisa kemudian muncul kembali sekitar 30 jam kemudian dengan wajah yang penuh luka dan mengakui dia diculik dan dilecehkan oleh sekelompok pria berperawakan imigran Timur Tengah atau Afrika.
Namun, ketika ditanyai oleh penyidik ahli sekitar tiga hari kemudian, "dia segera mengakui bahwa cerita pemerkosaan itu tidak benar", kata juru bicara jaksa, Martin Steltner, dikutip dari The Guardian, Minggu (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini semakin diperburuk oleh laporan televisi pemerintah Rusia, yang mencantumkan bahwa kerabat sang gadis menuduh kasus ini tidak diselidiki.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, juga sempat mengkritik pemerintah Berlin. "Kabar bahwa dia menghilang dirahasiakan untuk waktu yang sangat lama," katanya dalam sebuah konferensi pers, menyalahkan "kebenaran politik" atas insiden ini.
Ibu sang korban menyatakan kepada majalah Der Spiegel pada Minggu bahwa Lisa "melakukan hal yang sangat buruk" dan kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.
Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa investigasi terhadap kasus ini menunjukkan bahwa sang gadis telah melakukan hubungan seksual dengan dua pria berusia 20 tahun sebelum dia menghilang. Namun, kedua pria itu tidak terkait dengan kasus menghilangnya sang gadis.
Jika benar, maka hubungan seksual itu dapat diklasifikasikan sebagai pelecehan anak atau perkosaan di bawah umur. (ama/stu)