Serangan bom yang terjadi pada Senin (1/2) itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Ayub Salangi dalam cuitannya di akun Twitter miliknya.
Serangan ini juga terjadi di tengah upaya pemerintah Kabul untuk menghidupkan kembali proses damai yang macet dengan Taliban sejak tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan yang disebut menewaskan 40 petugas polisi ini. Kelompok ini kerap mengklaim jumlah korban yang lebih banyak dari yang sebenarnya.
"Saya melihat tiga jenazah tergeletak di tanah dan sejumlah orang lainnya terluka, kemudian ambulans tiba dan mengangkut semua korban," kata saksi mata di tempat kejadian, Mohammad Ajmal.
Polisi Sipil Nasional Afghanistan (ANCOP) didirikan sebagai unit untuk mengontrol kerusuhan dan gangguan perkotaan. Unit ini juga kerap menangani upaya kontra melawan Taliban. (ama)