Dilansir The Independent, di akun Twitter, Trump pada Rabu (3/2) awalnya mencuit, “Ted Cruz tidak memenangkan Iowa, ia mencurinya secara ilegal. Itu sebabnya mengapa semua jajak pendapat salah dan mengapa ia mendapat suara lebih dari yang diantisipasi. Buruk!”
Si pengusaha real estate kemudian menghapus cuitan itu, namun mem-postingnya kembali dengan menghilangkan kata “ilegal”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak memutuskan maju dalam bursa presiden Partai Republik, Trump menjadi sorotan media karena komentarnya yang kerap, kalau tak selalu, kontroversial. Ia menyudutkan imigran asal Meksiko, melarang Muslim masuk Amerika Serikat, dan merendahkan perempuan.
Trump menuding Cruz mencuri pemilih Carson. (dok.twitter/@realDonaldTrump) |
"Iowa memberikan pesan bahwa nomine dari Republik dan Presiden Amerika Serikat berikutnya tidak akan diatur oleh media, tidak akan diatur oleh Washington," ujar Cruz melanjutkan, menyindir Trump dan elite partai lain yang meremehkannya, Senin (1/2).
Pemilihan kandidat dari partai besar di AS—Republik dan Demokrat—dilakukan dengan dua cara, kaukus dan primer.
Primer adalah pemilihan konvensional dengan cara pemungutan suara. Sedang dalam kaukus, warga akan berkumpul di aula atau tempat perkumpulan di waktu yang ditentukan—biasanya malam hari, dan mereka akan secara aktif berpartisipasi dan berdebat untuk menentukan kandidat presiden partai.
Iowa memulai proses pemilihan dengan sistem kaukus, dan selanjutnya, primer akan dilakukan di New Hampshire pada 9 Februari. (stu)
Trump menuding Cruz mencuri pemilih Carson. (dok.twitter/@realDonaldTrump)