Gencarnya serangan di sekitar wilayah kota terbesar kedua di Suriah itu menurut relawan sipil bisa segera dikuasai oleh pasukan pemerintah di tengah pembicaraan damai yang digelar di Jenewa pekan ini. Bantuan militer Rusia yang sangat signifikan membantu pasukan Presiden Bashar al-Assad menguasai kembali wilayah tersebut yang jatuh ke pemberontak pada tahun lalu.
Penguasaan wilayah oleh pasukan pemerintah dan sekutunya, termasuk pejuang Iran, menyulitkan gerak para pejuang pemberontak di Aleppo, yang menjadi tempat hunian bagi 350 ribu orang. Sementara lebih dari satu juta warga sipil tinggal di daerah yang dikuasai pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan pemerintah Turki selama konflik Suriah telah menampung 2,5 juta warga Suriah, dan yang terkini bersiap menampung sebanyak 55 ribu orang yang melarikan diri ke perbatasan Turki.
Namun Cavusoglu mengatakan meski Turki menjalankan kebijakan perbatasan terbuka namun pintu penyeberangan di perbatasan dengan Suriah yaitu di Oncupinar dekat wilayah Kilis telah ditutup selama hampir satu tahun.
Gubernur Provinsi Kilis, Suleyman Tapiz, mengatakan sekitar 35 ribu warga Suriah telah mencapai Oncupinar dalam 48 jam terakhir.
"Pintu kami tidak ditutup, tetapi saat ini tidak untuk menjadi tempat pengungsian orang-orang seperti dalam perbatasan kita," ujar Tapiz.
Pemerintah Turki juga menyatakan para pengungsi Suriah yang berada di perbatasan tersebut dalam kondisi yang aman dan diberi makanan. (obs)