Kantor Kejaksaan Agung untuk negara bagian Puebla sempat melaporkan penemuan jasad wanita mengenaskan tersebut, tetapi belum mempublikasikan identitasnya. Pada Selasa (9/2) Kantor Kejaksaan Agung untuk negara bagian Veracruz mengidentifikasi wanita tersebut sebagai Flores Salazar.
Saksi mata di lokasi kejadian menyatakan bahwa seseorang membiarkan pelaku penyerangan masuk ke rumahnya. Menurut kesaksian Sandra Luz Salazar, bibi dari Flores Salazar kepada Komite Perlindungan Wartawan (CPJ) bahwa sebanyak delapan orang penyerang bersenjata atau lebih mengenakan seragam militer menghampiri rumah Salazar dan mencarinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memohon kepada mereka untuk tidak membawanya. Saya mengatakan bahwa dia baru saja memiliki bayi," kata sang bibi.
Kantor jaksa agung federal Meksiko menyatakan Jaksa khusus untuk Kejahatan terhadap Kebebasan Berekspresi akan menyelidiki kasus penculikan dan kematian Salazar.
CPJ menempatkan Meksiko sebagai salah satu tempat paling berbahaya di dunia bagi wartawan. Ancaman tersebesar di negara itu disebabkan oleh kejahatan terorganisir, termasuk oleh kartel narkoba yang berkuasa.
Sejak 2011, sebanyak 11 wartawan tewas karena "pembalasan langsung atas pekerjaan mereka," menurut laporan CPJ.
Musim panas lalu, seorang wartawan foto, Ruben Espinosa memutuskan untuk meninggalkan Veracruz karena tindak kekerasan terhadap media "mempersulit tugas jurnalisme," katanya dalam rekaman wawancara terakhirnya.
"Saya harus meninggalkan [Veracruz] bukan karena menerima ancaman langsung, tapi saya menerima pesan [ancaman]," kata Espinosa dalam wawancara dengan media RompeViento.
"[Ancaman] itu baru-baru ini ketika para siswa diserang dan dipukuli secara brutal dengan parang. Dalam situasi ini, kita tidak bisa melakukan agresi atau intimidasi, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Veracruz adalah sebuah negara tanpa hukum," kata Espinosa dalam rekaman itu.
Espinosa kemudian mencari perlindungan di Mexico City. Namun nahas, dia termasuk di antara lima orang ditemukan ditembak mati di sebuah apartemen di ibu kota, menurut pejabat dan kelompok advokasi kebebasan pers. (ama/stu)