"Presiden Obama meminta kesediaan Presiden Joko Widodo untuk memimpin pembahasan kontraterorisme dalam US-ASEAN Summit ini," ujar Direktur Mitra Wicara dan Antar Kawasan Kerja Sama Asean Kemenlu, Derry Aman, dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (11/2).
Derry menjelaskan bahwa Obama meminta Jokowi secara khusus merujuk pada latar belakang dan pengalaman serta keberhasilan Indonesia dalam upaya pemberantasan terorisme.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pendekatan militer, kata Arrmanatha, Indonesia juga melakukan upaya halus dengan mengadakan dialog antar-umat beragama dan pencegahan lainnya.
"Sudah jelas Indonesia merupakan negara anggota ASEAN dengan pengalaman menangani terorisme terbanyak," kata Derry.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi akan menekankan pentingnya memperkuat upaya yang sudah ada dan mencari ide baru inovatif untuk melawan propaganda ekstremisme.
"Dari kami, mungkin ada inisiatif sosial media berkaitan dengan isu melawan ekstremisme dan terorisme. Kami akan coba rampungkan dan tawarkan nanti," tutur Derry.
Lihat juga:ISIS Diduga Akan Serang AS Tahun Ini |
Pada sesi pertama yang dilaksanakan pada 15 Februari, para pemimpin negara ASEAN dan AS akan membahas kerja sama ekonomi.
"Indonesia akan membawa isu mengenai pengembangan UMKM. Selain itu tentu industri teknologi informatika dan pemanfaatan ekonomi digital yang sangat berkembang di Indonesia," ucap Derry.
Di hari yang sama, AS juga akan mendatangkan 3 CEO perusahaan besar untuk berbincang langsung dengan pemimpin negara ASEAN.
Setelah sesi pertama rampung, pertemuan akan dilanjutkan dengan makan malam sambil membahas haluan strategis kawasan ASEAN.
Dalam santap malam ini, Indonesia akan memaparkan upaya Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, dalam menjaga kestabilan kawasan Timur Tengah pasca ketegangan antara Iran dan Arab Saudi.
Menurut Derry, pertemuan ini akan sangat intim karena setiap sesinya hanya dihadiri oleh delegasi terbatas. Pada sesi pertama, formasi delegasi terdiri dari 1+4, yaitu pemimpin negara dan empat pejabat terkait. Makan malam hanya dihadiri 1+1, kemudian pada sesi kedua, setiap negara akan mengirim delegasi berjumlah 1+2.
Hingga kini, Indonesia belum mengetahui menteri yang akan ikut mendampingi Jokowi. Namun, Derry memastikan bahwa Retno akan turut mendampingi.
"Dengan jumlah delegasi sedikit ini, Obama berharap akan lebih intim dan pembahasan lebih fokus," kata Derry.
(stu)