Hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri Rusia Dmmitry Medvedev dalam wawancara dengan koran Jerman Handelsblatt, seperti dikutip Reuters, Kamis (11/2), di malam perundingan Suriah di Munich.
Medvedev mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Rusia harus menekan semua kubu yang bertikai di Suriah untuk gencatan senjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia sejak akhir tahun lalu telah terlibat dalam perang Suriah dengan menurunkan pasukan udara menggempur wilayah kekuasaan oposisi, termasuk yang didukung oleh AS. Pemerintah Barack Obama mengecam tindakan Rusia yang membantu rezim Bashar al-Assad memusnahkan para penentangnya.
Negara-negara Barat yang membantu kelompok oposisi moderat beranggapan, awal untuk menyelesaikan konflik Suriah adalah dengan lengsernya Assad.
Keterlibatan banyak negara ini memicu munculnya kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia Ke-III. Medvedev menyinggung hal ini yang menurutnya akan terjadi jika perundingan tidak menghasilikan solusi.
"Semua pihak harus duduk di meja perundingan, bukannya melancarkan perang dunia yang baru," kata dia.
Lembaga Syrian Centre for Policy Research, SCPR, dalam laporannya mengatakan jumlah korban tewas pada konflik yang telah terjadi sejak 2011 di Suriah mencapai 470 ribu orang. Jutaan lainnya mengungsi ke negara-negara tetangga, termasuk Eropa.
Sebanyak 500 orang tewas di Aleppo sejak pekan lalu. Ribuan orang di wilayah ini terancam kekurangan pangan dan gelombang pengungsi baru diprediksi akan memasuki Turki dan Eropa.
Seorang diplomat yang dikutip Reuters mengatakan bahwa perundingan di Munich sepertinya tidak akan menghasilkan langkah besar untuk menghentikan konflik Suriah.
"Pertemuan ini berisiko tidak akan pernah rampung dan saya khawatir hasilnya akan sangat kecil," kata sumber. (den)