Trump, 69, sebelumnya sempat melontarkan komentar yang kontroversial soal imigran Meksiko. Menurut Trump, imigran asal Meksiko di AS hanya menjadi pemerkosa dan melakukan tindak kriminal.
Di tengah mencuatnya rencana Paus Fransiskus untuk mengunjungi imigran di sepanjang perbatasan Meksiko, Trump menilai Paus tidak mengerti situasi imigrasi di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah imigrasi menjadi salah satu topik dalam kampanye Trump, yang baru saya memuncaki pemungutan suara primer di wilayah New Hampshire pekan ini, mengalahkan para rivalnya seperti John Kasich, Ted Cruz dan Jeb Bush.
Wawancara Trump tersebut dilakukan untuk mencoba menarik simpati para pemilih dari konservatif Kristen. Trump sendiri merupakan penganut Presbyterian.
Dalam kunjungannya ke Meksiko pekan depan, Paus Fransiskus berencana untuk mengunjungi Rio Grande untuk berdoa bersama dan menunjukkan solidaritas kepada para pengungsi yang menderita.
Dalam wawancara dengan CNN, Trump menyatakan bahwa jika Paus memberinya ceramah soal kapitalisme, dia akan memperingatkan sang Paus bahwa kelompok militan ISIS akan menginvasi Vatikan.
Namun, meskipun kerap meluncurkan kirtik pedas kepada Paus, Trump menyatakan sangat menghormati figur pemuka agama Katolik itu.
"Saya menyukainya. Dia sepertinya pria yang baik," ujar Trump. (ama/den)