Metode penyiksaan yang dimaksud adalah waterboarding, atau menyiramkan air ke kepala tahanan yang ditutupi kain atau plastik. Tahanan diikat di papan dalam posisi kepala di bawah, air dimaksudkan untuk menciptakan efek tenggelam dan sesak nafas.
"Saya akan menggunakan kembali waterboarding dan saya akan menerapkan yang lebih parah dari waterboarding," kata Trump dalam debat kandidat Republik yang diadakan stasiun ABC, beberapa hari sebelum pemilihan primer di New Hampshire awal pekan depan, dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisi Intelijen Senat AS pada 2014 mengeluarkan laporan yang ditentang oleh Partai Republik soal taktik interogasi CIA, termasuk waterboarding, yang dinilai tidak ampuh dan malah kontraproduktif.
Metode penyiksaan ini digunakan di awal perang Irak dan Afghanistan. Cara ini dipakai agar tahanan buka mulut.
Republik mengkritik langkah Obama menghapuskan teknik siksaan ini, dengan mengatakan AS memperlihatkan kelemahan dalam menghadapi musuh.
Sementara itu Senator Florida Marco Rubio tidak tegas mengambil sikap soal waterboarding.
"Kita tidak seharusnya berdiskusi soal taktik yang akan kita gunakan di publik karena akan membuat teroris tahu bagaimana menghindarinya," kata Rubio.
Mantan Gubernur Florida Jeb Bush mengatakan tidak akan menerapkan metode penyiksaan itu jika terpilih presiden.
"Kongres telah mengubah peraturan dan saya kita posisi kita sekarang sudah tepat," kata Bush.
Namun dalam jajak pendapat Jumat pekan lalu, Trump diprediksi menjadi pemenang di New Hampshire. Poling Quinnipiac University menunjukkan Trump mendapat 31 persen, dan Cruz 22 persen, disusul oleh Rubio dengan 19 persen. (den)