Dalam pernyataanya, Reporter Lintas Batas menyerukan pembebasan wartawan berpengalaman bernama Anna Day dan tiga rekannya di Bahrain. Keempat reporter ini disebut berpengalaman mengerjakan proyek dokumenter realitas virtual di Mesir dan Jalur gaza.
Kepolisian Bahrain sebelumnya mengumumkan penahanan empat warga negara asing, namun tidak menyebutkan bahwa mereka warga negara AS.
Lihat juga:Wartawan Meksiko Ditemukan Tewas Mengenaskan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, perwakilan dari keluarga Day menolak tuduhan bahwa putrinya dan rekan-rekannya terlibat dalam tindakan ilegal dan tidak berhubungan dengan kegiatan jurnalistik.
Demonstrasi itu digelar sebagai peringatan lima tahun protes Musim Semi Arab, di mana kelompok Syiah menuntut reformasi dan posisi yang lebih luas di pemerintahan.
Seorang rekan Day, yang meminta untuk tidak dipublikasikan namanya karena bekerja sebagai wartawan lepas di daerah lain, menyatakan bahwa surat izin meliput dari pemerintah setempat sulit didapat oleh para wartawan, sehingga banyak wartawan lepas yang meliput tanpa surat izin.
CPJ dan Reporter Lintas Batas menyerukan pembebasan dari empat wartawan AS tersebut. CPJ mencatat bahwa setidaknya enam wartawan lainnya saat ini masih mendekam di dalam tahanan di Bahrain sehubungan dengan pekerjaan mereka.
Day merupakan wartawan lepas yang meliput ke sejumlah negara berkonflik, seperti di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, India, Brasil dan Meksiko. Sejumlah laporannya diterbitkan oleh New York Times, CNN, Al Jazeera English, Huffington Post, CBS, Daily Beast dan media lainnya. (ama)