"Kami akan membangun penjara baru untuk menahan pelaku kekerasan dan ekstremis. Hal ini penting karena kami tidak dapat membiarkan mereka menyebarkan racun mereka kepada warga Kenya yang rentan," ujar Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, Rabu (17/2).
Dalam pidato tersebut, Kenyatta tidak menyebutkan jelas tenggat waktu pembangunan penjara tersebut. Hingga kini, Kenya sendiri sudah memiliki penjara dengan penjagaan ketat, seperti Kamiti Maximum di Nairobi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Juni lalu, Kenyatta menjanjikan kampanye baru untuk menghentikan orang bergabung dengan kelompok-kelompok radikal dan memerangi pengaruh al Shabaab. Menurut Kenyatta, cara konvensional tak cukup untuk mengatasi ancaman radikalisasi pria dan perempuan.
Sementara itu, kelompok al Shabaab yang memiliki kaitan dengan Al-Qaidah terus melakukan serangan pula di Somalia dan negara sekitarnya. Mereka ingin menerapkan hukum Islam keras dan menggulingkan pemerintahan Somalia yang didukung oleh donor Barat dan pasukan penjaga perdamaian Afrika. (stu)