Dalam konferensi pers pada Kamis (18/2), Erdogan memperkirakan bahwa jumlah orang ditahan kemungkinan bisa lebih dari 14 orang.
"Saya rasa penahanan tidak hanya terbatas pada angka 14," ujar Erdogan seperti dikutip media Turki, Hurriyet Daily News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun PKK dan PYD menyanggah, informasi dari Kementerian Dalam Negeri dan intelijen menunjukkan bahwa mereka merupakan dalang [di balik serangan itu]," ucap Erdogan.
Dalam kesempatan tersebut, Erdogan sekali lagi menekankan betapa berbahayanya PYD karena memiliki hubungan baik dengan PKK, kelompok yang dianggap terlarang di Turki.
Selama ini, Amerika Serikat yang merupakan sekutu Turki, menolak melabeli PYD sebagai kelompok teroris. AS bekerja sama dengan PYD dalam menggempur ISIS di Suriah.
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, juga menyatakan komentar senada dengan Erdogan.
"Mengikutsertakan kelompok teror seperti YPG ke dalam pertempuran melawan ISIS di Suriah merupakan pertanda kelemahan. Semua pihak harus menghentikan ini. Secara khusus, sekutu kami, Amerika Serikat, harus segera menghentikan kesalahan ini," kata Cavusoglu seperti dikutip Reuters.
"Rekan saya Kerry menyatakan bahwa YPG tidak bisa dipercaya. Ketika Anda mendengar sejumlah pernyataan dari Amerika, masih terdapat pernyataan yang bertolak belakangan dan membingungkan. Kami senang mendengar dari John Kerry kemarin bahwa pandangannya soal YPG sebagian telah berubah," ujar Cavusoglu.
AS selama ini tidak menganggap YPG sebagai kelompok teroris. Juru bicara Kemenlu AS menyatakan pada Kamis (18/2) bahwa Washington tidak dalam posisi yang tepat untuk mengkonfirmasi atau membantah tuduhan Turki yang menyatakan YPG merupakan dalang pengeboman Ankara.
Sebaliknya, juru bicara yang tak disebutkan namanya itu mendesak Turki untuk menghentikan serangan penembakan kepada YPG. Sayap politik YPG membantah bahwa pihaknya bertanggung jawab atas pengeboman itu dan menuduh Turki memanfaatkan serangan kepada mereka sebagai alasan meningkatnya serangan di Suriah Utara. (ama)