Diberitakan Reuters yang mengutip kantor berita Saudi SPA, Jumat (19/2), pemerintah Arab Saudi mengatakan bahwa pemerintah Raja Salman juga membatalkan sisa bantuan sebesar US$1 miliar yang seharusnya diberikan bagi badan keamanan dalam negeri Libanon.
Komitmen bantuan ini sebelumnya disampaikan Saudi kepada militer Libanon pada 2013. Presiden Libanon saat itu, Michel Suleiman, mengatakan bahwa ini adalah bantuan dana terbesar yang pernah diberikan terhadap angkatan bersenjata mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, pemerintah Riyadh mengatakan penangguhan dilakukan karena Libanon tidak mendukung Saudi di masa-masa sulit. Libanon dianggap tidak mengecam penyerangan Kedutaan Saudi oleh Iran. Padahal, Saudi selalu menyokong Libanon ketika konflik.
"Kerajaan Arab Saudi menemukan posisi Libanon yang bertentangan dengan Arab, kawasan dan arena internasional, di tengah bayang-bayang Hizbullah Libanon yang mempengaruhi negara itu," ujar pernyataan Saudi.
Serangan ke Kedubes Saudi oleh massa di Iran dilakukan usai eksekusi mati ulama Syiah di Riyadh atas dakwaan provokasi dan menyulut kekerasan. Eksekusi ini juga yang membuat hubungan diplomatik Saudi dan Iran saat ini hancur. (den)