Diberitakan Reuters, bahan radioaktif itu ditemukan pada Minggu (21/2) masih dalam kotak pembungkusnya yang seukuran laptop, tidak ada kerusakan dan kebocoran radiasi.
Pekan lalu aparat Irak dilaporkan sedang memburu bahan radioaktif yang dicuri pada November silam dari gudang milik perusahaan minyak Amerika Serikat, Weatherford, dekat kota Basra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Bahan Radioaktif Berbahaya Milik Irak Dicuri |
Menurut Jabbar al-Saidi, kepala dewan keamanan di Basra, bahan radioaktif itu ditemukan oleh seorang pejalan kaki yang langsung melapor pada polisi.
Aparat datang ke lokasi itu dengan pasukan khusus pencegahan kebocoran radiasi. "Setelah pemeriksaan awal, saya pastikan alat itu 100 persen utuh dan sama sekali tidak ada kebocoran radiasi," ujar al-Saidi.
Lihat juga:ISIS Tingkatkan Perekrutan Tentara Anak |
"Karena gagal membawanya keluar kota, pelaku memutuskan membuangnya. Hanya masalah waktu sampai kami bisa menangkap pencurinya," kata dia.
Menurut laporan resmi kepolisian, bahan radioaktif itu difungsikan menggunakan sinar gamma untuk menguji kerusakan di pipa minyak dan gas dalam proses yang disebut radiografi industri gamma.
Baik SGS dan Weatherfor menolak bertanggung jawab atas hilangnya bahan radioaktif ini tahun lalu. (den)