Setelah bertemu di Washington pada Selasa (23/2), Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan bahwa rancangan tersebut akan dievaluasi kembali oleh para pejabat sebelum akhirnya diserahkan ke Dewan Keamanan PBB.
"Sudah ada perkembangan penting dalam konsultasi ini dan kami melihat kemungkinan mencapai kesepakatan dalam rancangan resolusi tersebut dan dapat diloloskan dalam waktu dekat," ujar Wang seperti dikutip AFP.
Lihat juga:Warga AS Anggap Korut Musuh Terbesar Negara |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin pembicaraan ini signifikan, tapi dalam tahap evaluasi yang layak dan kami berharap ini dapat terjadi dalam waktu dekat," ucap Kerry.
Pyongyang sendiri belum melakukan upaya apapun untuk meredakan ketegangan di kawasan setelah uji coba nuklir dan peluncuran satelit dengan roket yang mereka lakukan.
Pejabat AS sendiri mengakui bahwa ternyata Washington hampir menyepakati perundingan damai dengan Korut tak lama sebelum Pyongyang melakukan uji coba nuklir.
Tawaran tersebut disambut oleh AS yang mengatakan bahwa upaya denuklirisasi harus menjadi salah satu poin penting dalam pembicaraan tersebut. Namun, Korut menolak respons AS sehingga perundingan dibatalkan.
Korut memang sudah lama meminta perundingan damai dengan AS dan pihak lainnya yang terkait dalam Perang Korea pada 1950-1953. Perang tersebut memang berakhir dengan gencatan senjata yang juga ditandatangani oleh AS, tapi bukan kesepakatan damai.
Korut ingin ketiga pihak menandatangani kesepakatan damai. Pyongyang juga ingin menghentikan latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan AS yang sudah melibatkan 28.500 tentara. (stu/stu)