"Jika dia pikir rezimnya ditantang, dia menyatakan akan menggunakan WMD," kata Jenderal Curtis Scaparrotti, komandan pasukan AS di Korea Selatan dikutip dari CNN. WMD adalah kepanjangan dari weapon of mass destruction, atau senjata pemusnah massal.
Komentar Scaparrotti itu dilontarkan dalam pertemuan Komite Angkatan Bersenjata Senat pada Selasa (23/2), menyusul ketegangan di Semenanjung Korea berada di tingkat tertinggi dalam kurun 20 tahun terakhir, menurutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS juga berencana menempatkan satu unit sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) di Korsel, untuk mengantisipasi ancaman rudal Korea Utara yang menguat sejak meluncurkan roket pada awal Februari dan uji coba nuklir pada awal Januari.
Lihat juga:China Kirim Jet Tempur di Laut China Selatan |
China, sekutu utama Korut, sebelumnya berulang kali mengajukan protes atas rencana penempatan THAAD di Korsel. Duta Besar China untuk Korea Selatan, Qiu Guohong pada Selasa memperingatkan bahwa pengerahan sistem rudal pertahanan canggih buatan AS di Korea Selatan dapat merusak hubungan Beijing dan Seoul, yang mungkin tidak akan dapat diperbaiki lagi.
Harris menyebut penentangan dari China terhadap penempatan rudal ini "tidak masuk akal."
Harris juga menuduh China berperilaku agresif di Laut China Selatan dengan membangun sejumlah gedung di pulau buatan dan pengerahan rudal antijet serta radar di pulang sengketa.
"China berusaha membentuk hegemoni di Asia Timur," katanya.
"China jelas melakukan militerisasii di Laut Cina Selatan, dan mereka yang tidak percaya [hal ini] pasti juga tak percaya bumi itu bulat," katanya. (ama/den)