"Slovenia menginformasikan kepada kami, Kamis malam, bahwa mereka dapat menerima 580 pendatang per hari dan kami telah member tahu Serbia soal itu. Kami menetapkan jumlah itu juga," kata juru bicara Kepolisian Kroasia, Jelena Bikic, seperti yang dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan menyesuaikan dengan aturan baru ini," kata pejabat tersebut.
Beberapa negara mulai memperketat pengendalian setelah Austria mengumumkan pembatasan 80 pencari suaka per hari pada pekan lalu dan mengizinkan 3.200 migran melewati wilayah perbatasannya setiap hari.
Langkah-langkah yang lebih ketat telah menyebabkan ribuan orang telantar di Yunani, pintu masuk utama ke Uni Eropa bagi sebagian besar kaum migran dan pengungsi.
Sebanyak 100.000 orang migran telah tiba di pesisir Eropa pada tahun ini. Selama 2015, pendatang yang melakukan perjalanan menuju Eropa mencapai satu juta orang.
Tahun lalu, Kroasia menutup tujuh dari delapan perlintasan perbatasan dengan Serbia "sampai pemberitahuan lebih lanjut" setelah terjadi arus besar para migran dan pengungsi.
"Lalu lintas penyeberangan di perbatasan telah ditutup antara lain di Tovarnik, Ilok, Ilok 2, Principovac, Principovac 2, Batina, dan Erdut," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Lebih dari 11.000 migran telah memasuki Kroasia dari Serbia sejak 16 September 2015.
Para migran mulai menuju Kroasia setelah Hongaria menutup perbatasan mereka dengan Serbia awal pekan ini, memotong rute utama ke Uni Eropa yang telah digunakan tahun ini oleh lebih dari 200.000 migran, yang banyak dari mereka mengungsikan diri dari kekerasan di Timur Tengah dan Afghanistan.
(ard/afp/antara)