Pell yang kini menjabat sebagai Kepala Keuangan di Vatikan memberikan saksi kepada Komisi Kerajaan Australia bagian Respons Kelembagaan soal Pelecehan Seksual Anak melalui sambungan video selama tiga hari sejak Minggu (28/2).
Kesaksian Pell mengenai soal kasus pelecehan seksual ini memicu pertanyaan yang lebih luas atas akuntabilitas pemimpin gereja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
George Pell dalam sambungan video dari Roma dengan Komisi Kerajaan Australia. (Reuters/via Australian Royal Commission into Institutional Response to Child Sexual Abuse) |
Saat Pell bertugas di Australia, Gerald memang sempat dipindahkan dari satu gereja ke gereja lain. Pell sendiri bertugas untuk memberikan nasihat kepada pemimpin di paroki-paroki dalam pengangkatan pendeta di gereja lokal tertentu.
Pell menyangkal ada pembicaraan mengenai dugaan bahwa Gerald merupakan seorang paedofil dalam rapat tersebut.
"Jadi, kita sedang berada dalam posisi bahwa Anda ditipu oleh Uskup dan Monsignor Fiscalini dan seseorang lain, kemungkinan uskup, berbohong kepada Anda. Apakah benar?" tanya McClellan yang kemudian dijawab oleh Pell, "Itu benar."
Kesaksian inipun mengejutkan banyak orang. Keponakan Gerald, David Ridsdale, merupakan salah satu dari 15 korban yang sengaja pergi ke Roma untuk menyaksikan langsung keterangan Pell.
"Kita sedang berbicara mengenai moral dari para pemimpin di berbagai kota dan negara. Ketika mereka mengaku tidak memiliki ketertarikan dengan kelakuan semacan ini, sangat luar biasa," ucap David.
Melanjutkan protesnya, David kembali berkata, "Gereja Katolik melakukan kebohongan dan penipuan di dalam strukturnya sendiri, apalagi yang diluar struktur itu. Saya rasa, itu baru saja dibuktikan," katanya.
George Pell mengaku ia mendapat dukungan dari Paus Fransiskus. (Reuters/David Gray) |
Pell menyatakan bahwa terlalu banyak tuduhan pelecehan yang "diabaikan dalam situasi yang penuh skandal." Pell menambahkan bahwa dia percaya kesalahan itu merupakan hal yang personal, bukan struktural.
"Sayangnya, masih terdapat banyak dosa. Ada kecenderungan kejahatan di Gereja Katolik dan ada juga kecenderungan kebaikan. Namun, baik atau buruk, Gereja mengikuti pola dari masyarakat di mana dia berada," katanya.
Sementara itu, Kantor Pell merilis sebuah foto sang Kardinal tengah mengikat pita berwarna kuning di sekitar pagar di kebun Vatikan. Foto ini menandakan dia bergabung dengan kampanye yang dimulai oleh gerakan Australian Loud Fence.
Kelompok ini menggantung pita berwarna cerah di pagar di luar sebuah sekolah Katolik di kota Ballarat, lokasi di mana banyak pelecehan seksual anak terjadi. Aksi ini dimaksudkan agar anak-anak berani menyuarakan penderitaan mereka.
Pelecehan seksual di lingkungan gereja mencuat pada tahun 2002, ketika para uskup di wilayah Boston ditemukan berpindah gereja dari satu tempat ke tempat lain untuk menutupi skandal pelecehan terhadap anak yang mereka lakukan. Kisah ini diungkap dalam film "Spotlight" yang baru saja memenangkan Film Terbaik dalam ajang penghargaan Academy Awards 2016. (stu)
George Pell dalam sambungan video dari Roma dengan Komisi Kerajaan Australia. (Reuters/via Australian Royal Commission into Institutional Response to Child Sexual Abuse)
George Pell mengaku ia mendapat dukungan dari Paus Fransiskus. (Reuters/David Gray)