Diberitakan Reuters, Trump dan Clinton sama-sama menang besar di empat negara bagian pada ajang pemilihan yang disebut Super Tuesday tersebut.
Dalam jajak pendapat jelang pemilihan, Trump diprediksi menang besar di 12 negara bagian peserta Super Tuesday. Trump diprediksi menang tipis di Virginia, Vermont dan Oklahoma. Sementara Clinton diperkirakan menang tipis di Massachusetts dan Oklahoma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump sejauh ini selalu memimpin perolehan suara dan memuncaki berbagai jajak pendapat. Kaum Republikan khawatir jika Trump maju dalam pemilihan presiden, dia akan dikalahkan dengan mudah oleh Clinton pada pemilu nasional November mendatang.
Hal ini tidak lain akibat pernyataan Trump yang kontroversial, mulai dari menghina imigran Amerika Latin, rencana melarang Muslim masuk AS, hingga membangun pagar tinggi di perbatasan dengan Meksiko.
Lihat juga:Ted Cruz: Trump Tak Bisa Mengalahkan Clinton |
Konvensi partai akan menghadirkan para delegasi pendukung kandidat calon presiden. Jumlahnya delegasi pendukung tergantung suara yang dimenangkan dalam pemilihan awal di negara bagian. Semakin banyak menang di negara bagian, semakin banyak delegasi pendukung yang diboyong ke konvensi.
Sementara itu Clinton diuntungkan dengan suara dari kelompok warga kulit hitam. Di enam negara bagian selatan AS yang mayoritas pemilih adalah warga keturunan Afrika-Amerika, mantan menteri luar negeri AS ini diperkirakan akan menang besar, jauh meninggalkan Sanders. (den)