Diberitakan Reuters, ketua parlemen Mesir Ali Abdelaal pada Rabu (2/3) memutuskan memecat Tawfik Okasha yang baru diambil sumpahnya dua bulan lalu. Voting pemecatan Okasha didukung oleh 465 dari 490 anggota dewan.
Israel memiliki kedutaan di Kairo namun pejabat Mesir berusaha menjaga jarak. Kedutaan itu juga menjadi titik lokasi protes utama di Kairo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Undangan Okasha itu menyebabkan gelombang kemarahan di media dan parlemen Mesir. Beberapa anggota dewan pada Minggu lalu menuntut pemecatan Okasha. Bahkan seorang anggota dewan melempar Okasha dengan sepatu dalam salah satu sesi rapat, ini adalah penghinaan terbesar dalam budaya Arab.
Pemungutan suara pada Rabu memutuskan Okasha dipecat permanen. Saksi mengatakan Okasha mencoba masuk ke ruang rapat untuk meminta maaf, namun dicegah oleh penjaga atas perintah ketua parlemen.
Dalam komentar sebelumnya awal pekan ini, Okasha mengaku tidak bersalah karena Mesir memang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. (den)