Diberitakan Asia One, Kamis (3/3), pria berusia 28 tahun bernama Ye itu menyewa sebuah motel di kota Qingdao, Provinsi Shandong, untuk bunuh diri. Dia lantas menenggak 200 pil tidur agar overdosis dan meninggal dunia.
Kasus ini terungkap pada akhir pekan lalu saat seorang pria memberitahu polisi soal rencana bunuh diri Ye. Polisi menemukan Ye tidak sadarkan diri di dalam kamar motel, dua botol pil tidur kosong tergeletak di sampingnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ye mengaku membeli ratusan pil itu di internet dengan harga hanya 50 yuan, sekitar Rp100 ribu. Dia lalu berkendara ke Qingdao untuk bunuh diri setelah bertengkar dengan keluarganya di rumah.
Kasus ini memicu keramaian di media sosial Weibo. Beberapa orang bingung harus menanggapinya secara positif atau negatif.
Lihat juga:AS Tantang Hacker Retas Jaringan Pentagon |
"Hal yang unik dari obat palsu adalah bagi mereka yang ingin mati, tidak bisa mati. Sementara yang ingin hidup, tidak bisa hidup," ujar seorang lainnya.
Ini bukan kali pertama di tahun ini upaya bunuh diri gagal karena obat palsu. Sebelumnya Januari lalu di provinsi Jiangsu, seorang pria bernama Wang Kai selamat setelah menenggak sembilan pil potasium sianida.
Ternyata pil itu palsu dan Wang selamat dari kematian. Padahal potasium sianida yang asli sangat beracun dan kadar kecil saja bisa membunuh manusia. (den)