Dikutip Reuters, sekitar 150 orang duduk di depan layar raksasa di ruangan serba guna Perhimpunan Bulan Sabit Merah yang disulap menjadi bioskop pada Kamis pekan lalu. Biasanya ruangan ini digunakan untuk pertunjukan budaya atau perayaan masyarakat.
Belum ada film Hollywood yang masuk ke Gaza. Sekalipun film-film Barat masuk, nantinya akan disensor dengan ketat oleh Hamas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu penontonnya, Alaa Abu Qaseem, pelajar di Gaza, mengaku belum pernah sama sekali menonton di bioskop. Dia mengatakan ini adalah pengalaman pertamanya yang tidak akan dilupakan.
"Saya sangat senang," ujar Qassem yang masih balita saat bioskop terakhir di Gaza dibakar. "Tapi mana pop cornnya?"
Tahun 1950-an, saat Mesir memerintah wilayah itu, warga sering menonton film Arab, Barat dan Asia di bioskop-bioskop di Gaza.
Beberapa poster film masih terlihat sisa-sisanya di beberapa bekas bioskop, sebagian berbahasa Ibrani, menempel di dinding mulai hancur.
Beberapa keluarga yang nonton di bioskop Gaza pekan lalu merekam pengalaman itu dengan kamera ponsel mereka.
"Gaza lapar akan bioskop. Mencegah orang ke bioskop di Gaza adalah pelanggaran kemanusiaan," kata Basel Al-Attawna, direktur bioskop di Gaza.
Bekas gedung bioskop di Gaza hancur dalam konflik. (Reuters/Suhaib Salem) |
Warga Gaza berharap tayangan berikutnya di bioskop dadakan ini tidak hanya menampilkan film perjuangan Palestina, tapi juga film Barat dengan bintang-bintang Hollywood seperti Tom Cruise dan Sylvester Stallone.
Namun Salem mengatakan, dia belum menemukan penentangan dan sensor dari Hamas karena film-film pilihannya sejauh ini "sesuai dengan tradisi dan nilai-nilai" Palestina. (ama)
Bekas gedung bioskop di Gaza hancur dalam konflik. (Reuters/Suhaib Salem)