Hal ini tersirat dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Zimbabwe, ZBC TV, pada Kamis (3/3). Ketika ditanya mengenai penggantinya sebagai presiden, Mugabe hanya menjawab, "Mengapa harus ada penerus? Saya masih di sini. Saya tidak pernah mengatakan ingin menjadi kandidat untuk pensiun."
Dalam kesempatan tersebut, Mugabe juga menampik rumor bahwa ia ingin membantu istrinya untuk menjadi penggantinya kelak. Rumor ini beredar setelah nama salah satu istrinya, Grace Mugabe, langsung melesat di tengah Partai ZANU-PF.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mugabe sendiri terakhir kali terpilih pada 2014 untuk memimpin partainya selama satu masa jabatan, yaitu lima tahun. Dengan demikian, Mugabe otomatis akan menjadi kandidat presiden dari Partai ZANU-PF pada pemilihan umum 2018.
"Saya senang karena saya hampir mencapai umur yang saya inginkan. Anda tahu umur yang saya ingin capai, 100 tahun. Jadi, tinggal delapan tahun lagi," tutur Mugabe.
Rakyat Zimbabwe memantau kesehatan Mugabe dengan penuh ketertarikan, tapi juga takut pemerintahan akan lumpuh dan stabilitas negara rusak jika ia meninggal sebelum memiliki pengganti.
Pertarungan untuk memperebutkan posisi Mugabe di Partai ZANU-PF mulai intensif sejak akhir 2014. Saat itu, Mugabe menuding wakilnya, Joice Majuru, menyusun rencana untuk menggulingkannya. Mujuru akhirnya mendirikan partai baru setelah dipecat oleh Mugabe.
Sementara itu, para kritikus menyalahkan Mugabe atas berbagai masalah di Zimbabwe. Mereka mengatakan bahwa kebijakan Mugabe, termasuk pencaplokan dan redistribusi ladang komersil yang dimiliki kulit putih, menjerumuskan perekonomian Zimbabwe hingga mengalami resesi selama delapan tahun.
Dalam wawancara tersebut, Mugabe juga mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengambil alih operasi berlian. Hal ini disampaikan hanya berselang sepekan setelah Menteri Pertambangan Zimbabwe memerintahkan penghentian penambangan di ladang berlian Marange. (ama)