Zaman diambil alih oleh pemerintah Turki akhir pekan dalam upaya menindak keras pada pendukung ulama Fethullah Gulen, tokoh yang menjadi musuh besar Presiden Tayyip Erdogan. Pengadilan Turki menyatakan bahwa pengelola Zaman, Today’s Zaman (berbahasa Inggris) dan kantor berita Cihan, berkaitan dengan Gulen yang saat ini berada di Amerika Serikat.
"Sampai hari ini kita mencetak versi Zaman yang tidak ada hubungannya dengan Zaman (di Turki) yang telah secara paksa diambil alih oleh negara," kata Pemimpin Redaksi Zaman Almanya (Zaman edisi Jerman), Sueleyman Bag.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan mencetak surat kabar independen. Kami masih belum tahu bagaimana kami melakukannya. Ini adalah tantangan baru bagi kami," kata Bag menambahkan.
Lihat juga:Dituduh Hina Erdogan, Bocah 13 Tahun Ditahan |
Sementara, berita utama untuk edisi daring media ini menampilkan gambar seorang wanita berjilbab yang tengah menempatkan tangannya di wajahnya yang berdarah di luar kantor surat kabar itu, menyusul bentrokan antara petugas keamanan Turki dan para pengunjuk rasa pada Jumat. Polisi bahkan harus menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Sejumlah kelompok HAM dan pejabat Eropa mengkritik langkah pemerintah Turki untuk mengambil alih Zaman dan menilainya sebagai pelanggaran kebebasan pers di Turki, negara yang tengah mencalonkan diri sebagai anggota Uni Eropa.
Ankara menolak tuduhan tersebut, dan menyatakan bahwa proses hukum sedang berlangsung untuk menyelidiki pembiayaan terlarang dari "kelompok teror Gulenist."
"Dia yang ingin bergabung dengan Uni Eropa harus mendukung kebebasan berekspresi, kebebasan pers dan harus mentolerir kritik," kata Kepala Partai Hijau Jerman, Cem Özdemir, yang merupakan warga Jerman kelahiran Turki.
Namun, Uni Eropa juga perlu menjalin kerja sama dengan Turki untuk membantu mengatasi krisis imigran di benua Biru itu. Para imigran yang melarikan diri dari negara-negara berkonflik umumnya memasuki Eropa melalui Turki.
Uni Eropa dan para pemimpin Turki juga akan mengadakan pertemuan darurat tekait masalah ini pada Senin. (ama)