AL Australia mengatakan bahwa salah satu kapalnya, HMAS Darwin, yang sedang dipakai patroli tersebut awalnya mengintersepsi kapal nelayan kecil tak berbendera di sekitar 170 mil laut di lepas pantai Oman.
Menurut Letnan Ian McConnaughey dari AL Amerika Serikat, senjata ini diyakini dikirim dari Iran dan dimaksudkan untuk diterima oleh Houthi di Yaman. Namun hingga kini, Pusat Komando AS masih mengumpulkan informasi untuk menyelidiki tujuan akhir pengiriman senjata ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Australia sendiri tergabung dalam kerja sama angkatan laut multinasional, Pasukan Kombinasi Maritim (CMF), yang membantu kepolisian di lebih dari tiga juta mil perairan internasional.
CMF secara rutin melakukan operasi untuk menyelidiki asal kapal tak berbendera. Operasi penyitaan senjata dari kapal juga sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh CMF.
"Keberhasilan Darwin dalam penyitaan senjata dengan kedok penangkapan ikan ini menyorot pentingnya untuk tetap waspada terhadap wilayah tersebut," kata Johnston.
Iran sendiri selama ini terus membantah telah mengirim senjata untuk kelompok pemberontak Houthi yang ingin melengserkan pemerintahan Presiden Abd Rabu Mansour Hadi di Yaman. Arab Saudi mendukung pemerintah Hadi dengan melakukan serangan udara menggempur Houthi. (stu)