Dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi Al Arabiya dengan tema, "Apakah tugas Libanon untuk mengontrol prilaku Hizbullah?" pada Senin (7/3), Salam menekankan pentingnya penguatan Libanon sebagai bangsa.
Salam mengecam intervensi Hizbullah dalam perang Suriah wilayah tersebut dan menyatakan intervensi itu menjadi cerminan buruk kelompok itu di Libanon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puji-pujian Salam kepada Saudi itu dinilai sebagai upaya Libanon memperbaiki hubungan dengan Saudi menyusul keputusan Saudi untuk menghentikan hibah pendanaan paket bantuan sebesar militer sebesar US$3 miliar bagi Libanon untuk pembelian persenjataan dari Perancis.
Rivalitas Iran dan Saudi yang berakar dari perselisihan sektarian Muslim Sunni dan Syiah tercermin dalam konflik di Yaman maupun Suriah. Di Yaman, Saudi membantu Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran.
Sementara dalam perang Suriah, Saudi menilai Presiden Bashar al-Assad yang didukung Iran harus lengser dari kekuasaannya agar perdamaian dapat tercipta. (ama)