Dalam wawancara dengan RT, Redur Xelil, mengatakan bahwa militan antipemerintah Suriah mengambil keuntungan dari gencatan senjata dengan meluncurkan serangan terhadap area Kurdi di dekat Aleppo di utara Suriah. Penyerang menargetkan sebuah distrik yang dihuni warga sipil. Menurut Xelil, terdapat bau yang tak biasa, asap berwarna kuning, yang mengindikasikan adanya senjata kimia.
Perwakilan Kurdi di parlemen Turki sebelumnya menuding pemerintah Turki menyediakan senjata kimia bagi ISIS dan kelompok jihadis lain di Suriah, yang mereka gunakan untuk melawan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulan lalu, Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menuding ISIS menggunakan senjata kimia untuk melawan pasukan Kurdi sepanjang 2015. Pada Rabu kemarin, ISIS dilaporkan meluncurkan serangan kimia baru di desa Kurdi, Zaza, di Irak Utara, mengakitbatkan lebih dari 40 warga sipil mengalami kerusakan paru-paru. (stu)