Seperti dikutip CNN, Kamis (10/3), anggota ISIS itu ditangkap tiga pekan lalu oleh Pasukan Operasi Khusus AS yang diturunkan ke utara Irak. Pria bernama Sleiman Daoud Al-Bakkar, membocorkan lokasi program senjata kimia ISIS. Beberapa sumber meyakini, Al-Bakkar adalah salah satu anggota ISIS yang bertugas mengawasi produksi senjata kimia.
Lihat juga:Donald Trump: Islam Membenci Kita |
Tujuan serangan ini adalah menghentikan kemampuan ISIS dalam memproduksi dan menggunakan senjata kimia, salah satunya gas mustard. Serangan dialamatkan ke fasilitas dan kendaraan serta anggota ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISIS menggunakan artileri untuk menembakkan senjata kimia tersebut. Pejabat AS meyakini, korban tewas jatuh akibat tembakan artileri, bukan akibat gas mustard ISIS yang belum terlalu mematikan.
Direktur Intelijen Nasional AS James Clapper mengungkapkan soal senjata kimia ISIS kepada Kongres. "Ini adalah kali pertama kelompok ekstremis memproduksi dan menggunakan bahan kimia dalam serangan sejak Aum Shinrikyo menggunakan sarin di Jepang tahun 1995," kata Clapper.
"Ini adalah operasi untuk melakukan berbagai penyerangan, menguasai wilayah dan orang-orang, membebaskan sandera dan tahanan ISIS," kata Menteri Pertahanan AS, Ash Carter. (den)