Dalai Lama, yang memenangkan Nobel Perdamaian pada 1989, melarikan diri ke India pada 1959 setelah pemberontakan yang gagal terhadap pemerintahan Komunis. China memandang Dalai Lama sebagai tokoh separatis, namun pemimpin spiritual Tibet menyatakan dia hanya menginginkan otonomi untuk tanah airnya.
"Mengundang Dalai Lama ke-14 ke acara tersebut melanggar kedaulatan dan integritas teritorial China, yang bertentangan dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB. China dengan tegas menentang kegiatan separatis Dalai Lama ke-14 dalam kapasitas apapun dan dengan nama apapun di negara manapun dalam organisasi atau acara apapun, "katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait hal ini, juru bicara PBB di Jenewa, Ahmad Fawzi menegaskan bahwa sejumlah lembaga dan kantor PBB di kota Swiss menerima surat tersebut. "Kami mencatat tapi tentu saja kami tidak terikat oleh instruksi dari negara-negara anggota," katanya.
Sementara, juru bicara pemerintah AS yang tak dipublikasikan namanya menolak mengomentari surat tersebut dan menyatakan bahwa pertukaran surat diplomatik tidak dapat dipublikasikan.
Direktur Jenewa Graduate Institute, Philippe Burrin, menyatakan bahwa mereka menerima "tekanan dari berbagai sisi" tapi acara itu tidak akan dibatalkan.
Lihat juga:China Vonis Mati Pembunuh Pemimpin Tibet |
"Ini bukan acara tentang Tibet, ini juga bukan tentang hal yang sensitif secara politis, seperti masalah teritorial, tetapi soal peran masyarakat sipil dalam mempromosikan hak asasi manusia," katanya.
Pada sesi tahunan Dewan HAM PBB, tidak delegasi yang menyatakan keluhan resmi tentang China, meskipun sejumlah kritik terhadap China menccuat menyusul penangkapan masal sejumlah pengacara, termasuk dari Amerika Serikat.
Utusan tetap China menolak kritikan tersebut dan menyatakan Amerika Serikat adalah negara munafik yang bersalah karena sejumlah kejahatan termasuk pemerkosaan dan pembunuhan warga sipil.
Wakil Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Kate Gilmore, yang akan menjadi moderator panel pada acara Jenewa Graduate Institute, diyakini akan menjadi salah satu pejabat senior PBB pertama untuk bertemu dengan Dalai Lama.
Kamis (10/3) merupakan peringatan 57 tahun pemberontakan damai rakyat Tibet terhadap invasi dan pendudukan China di Tibet. (ama)