Dalam laporan tahunan mereka kepada Dewan Keamanan PBB yang dirilis pada Rabu (10/3), disebutkan juga bahwa Libya menjadi negara yang lebih menarik para militan asing terutama yang tiba melalui Sudan, Tunisia dan Turki.
"Munculnya ISIL di Libya kemungkinan akan meningkatkan tingkat gangguan internasional dan regional, yang bisa memprovokasi polarisasi [kekuasaan] lebih lanjut, jika tidak terkoordinasi," kata para pakar PBB yang mengawasi sanksi terhadap Libya, merujuk kepada nama lain ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah militan ISIS di Libya diperkirakan mencapai 6.000 orang. Jumlah ini merupakan peningkatan signifikan dari laporan pakar PBB pada akhir tahun lalu yang menyebutkan ISIS memiliki 2.000 hingga 3.000 militan. Laporan terbaru menyebutkan "sejumlah besar militan asing" telah tiba di wilayah Sirte yang dikuasai ISIS.
Sementara, komandan senior ISIS yang digambarkan dalam wawancara yang dirilis oleh kelompok pemantau perang SITE sebagai pemimpin baru jihadis dari cabang Libya menyatakan bahwa kelompok militan ini semakin "kuat setiap hari."
Amerika Serikat telah melakukan serangan udara di Libya yang menargetkan ISIS. Serangan udara AS di kota Derna pada November lalu berhasil menewaskan pemimpin ISIS di Libya sebelumnya, yang dikenal bernama Abu Nabil. (ama)