Di negara bagian yang dipadati oleh komunitas Arab-Amerika ini, Donald Trump, kandidat capres dari Partai Republik yang selama ini kerap melontarkan kampanye anti-Muslim, dinyatakan menang.
Sementara itu, kandidat capres dari Partai Demokrat yang datang dari keluarga Yahudi, Bernie Sanders, mendapatkan 59 persen suara, mengalahkan rivalnya, Hillary Clinton, yang hanya berhasil meraup 39 persen suara.
Lihat juga:Donald Trump: Islam Membenci Kita |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari sebelum Super Tuesday lalu, Sanders bahkan mengatakan kepada para pendukungnya bahwa ia sudah bertemu dengan pemimpin Arab-Amerika dan mengatakan bahwa Trump tak akan berhasil dengan upaya kambing hitamnya yang merugikan kelompok minoritas.
Kendati demikian, masyarakat lebih terkejut ketika Trump dinyatakan menang dengan perolehan suara 39 persen, terpaut 10 poin dari pesaingnya, John Kasich, yang hanya mendapatkan 29 persen suara.
Menurut beberapa pengamat, kemenangan Trump ini dapat terjadi karena meningkatnya sentimen Islamofobia dan komunitas Arab-Amerika di Dearborn sudah jengah disalahkan atas serangan teroris dan kekerasan lainnya.
Mereka pun mendukung rencana Trump untuk melarang sementara Muslim yang bukan warga AS masuk ke negara tersebut.
Jajak pendapat terakhir yang digagas NBC News juga menunjukkan bahwa 63 persen pendukung Partai Republik menyetujui rencana tersebut. Sebanyak 46 persen dari mereka memang merupakan pendukung Trump, sementara 32 persen lainnya tetap menolak. (stu/stu)