"Organisasi teror dan rekan mereka menargetkan warga kami yang tidak bersalah dengan cara yang paling tidak bermoral dan tak berperasaan karena mereka kalah dalam perang melawan pasukan keamanan kami," kata Erdogan, dalam pidatonya usai serangan di Kizilay, pusat kota Ankara pada Minggu (13/3), dikutip dari CNN.
Erdogan menyebut serangan ini sebagai serangan terorisme dan berjanji pihaknya akan semakin sengit memerangi kelompok teror.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erdogan meyakinkan warga Turki bahwa pertarungan negara melawan terorisme akan "berhasil dengan memberangus teror hingga ke akarnya."
Meski Erdogan tidak menyebut dengan gamblang organisasi teror mana yang dimaksud, namun belakangan ini pasukan Turki tengah memerangi milisi Kurdi dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK).
Turki juga menuduh serangan itu sebagai serangan terorisme dan menuding kelompok Kurdi Suriah (YPG) bekerja sama dengan anggota PKK sebagai otak pengeboman.
Menteri Kesehatan Turki menyebut serangan di Ankara kali ini menyebabkan 34 orang tewas dan 125 luka-luka.
Berdasarkan laporan stasiun televisi setempat, NTV, bom bunuh diri itu meledak di dekat sebuah halte bus di dekat sebuah taman di Kizilay. Mobil yang penuh bahan peledak diledakkan dekat sebuah bus.
Beberapa kendaraan bermotor ikut terbakar akibat ledakan tersebut. Lokasi ledakan berdekatan dengan kantor Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kehakiman, dan gedung pengadilan.
Peristiwa ini terjadi hanya dua hari setelah Kedutaan Amerika Serikat di Ankara mengeluarkan peringatan keamanan mengenai potensi terjadinya serangan terhadap bangunan pemerintahan maupun permukiman di Turki. (ama)