Kedua pejuang Kurdi yang menangkapnya menyatakan sang militan berniat untuk melarikan diri dari markas ISIS dan pasukan Kurdi, namun kemudian menyerahkan diri setelah dihujani tembakan oleh pejuang Peshmerga di dekat desa Golat.
Kapten Daham Khalaf menyatakan mereka pertama kali menyadari keberadaan militan itu ketika dia bersembunyi di rerumputan panjang sebelum fajar dan diduga menunggu matahari terbit. "Dia berteriak, 'Saya orang asing'," kata Khalaf, sembari menggambarkan bahwa militan itu berjenggot dan berpakaian hitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memberinya makanan dan memperlakukannya dengan hormat dan menyerahkannya kepada intelijen militer," kata Sitei.
Departemen Luar Negeri AS mengaku menyadari laporan soal penangkapan ini, namun belum memberikan pernyataan.
Alamat yang tertera pada lisensi mengemudi menunjukkan sang militan tinggal di sebuah perumahan di Washington, DC, di pinggiran kota Alexandria, Virginia.
Sejumlah media AS kemudian menelusuri informasi ini dan mendatangi alamat yang tertera di lisensi mengemudi sang militan itu. Para awak media AS bertemu dengan dua pria yang mendatangi alamat itu dengan mobil, salah satu di antaranya bernama Jamal Khweis yang berteriak marah meminta para awak media untuk meninggalkan tempat tersebut.
"Dia putra saya. Dia orang yang baik," katanya.
Menurut laporan dari gugus tugas khusus kongres pada September 2015, lebih dari 250 warga AS bergabung atau mencoba bertempur bersama dengan sejumlah kelompok ekstremis di Suriah dan Irak sejak 2011.
Sementara itu, setidaknya 80 pria dan wanita AS didakwa oleh jaksa federal karena terkait dengan ISIS. Sebanyak 27 di antaranya telah dijatuhi vonis. (ama)