Davutoglu menyatakan pada Senin (14/3) bahwa terdapat indikasi kuat bahwa serangan itu diluncurkan oleh kelompok pemberontak Kurdi.
"Terdapat sejumlah penemuan yang sangat serius yang merujuk kepada organisasi teroris-separatis," kata Davutoglu dalam kunjungannya ke sebuah rumah sakit di Ankara untuk melihat langsung kondisi korban yang terluka. Pernyataan Davutoglu itu merujuk kepada milisi Kurdi dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan yang merupakan serangan ketiga di ibu kota dalam lima bulan.
Menteri Kesehatan Mehmet Muezzinoglu memaparkan total korban tewas mencapai 37 orang, namun jumlah ini termasuk satu atau dua pelaku penyerangan.
Ankara menyakini bahwa salah satu pelaku pengeboman adalah seorang wanita yang memiliki hubungan dengan PKK. Turki dan sekutu Barat mengkategorikan OKK sebagai kelompok teroris.
"Serangan-serangan semacam ini, yang mengancam integritas, persatuan dan solidaritas bangsa kita, tidak melemahkan tekad kita dalam memerangi terorisme, tetapi semakin meningkatkan tekad kami," kata Presiden Tayyip Erdogan.
Erdogan menyebut serangan ini sebagai serangan terorisme dan berjanji pihaknya akan semakin sengit memerangi kelompok teror. "Negara kita tidak akan pernah menyerahkan haknya untuk membela diri terhadap segala macam ancaman teror," katanya menambahkan. (ama)