Paus Fransiskus mengumumkan rencana ini pada Selasa (15/3). Sejak Desember lalu, Paus membuka jalan menuju penetapan Santa bagi tokoh peraih Nobel Perdamaian yang meninggal tahun 1997 pada usia 87 tahun itu.
Lihat juga:Bunda Teresa, Bunda Bagi Kaum Tertindas |
Paus Fransiskus yang juga berfokus kepada nasib kaum papa dalam masa kepausannya, berniat untuk menetapkan Bunda Teresa sebagai Santa selama Tahun Suci saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orde itu kemudian menyebar ke seluruh dunia. Berkat upayanya membantu warga miskin, Bunda Teresa meraih penghargaan Nobel Perdamaian pada 1979.
Paus Yohanes Paulus II membuka prosedur yang memungkinan Bunda Teresa ditetapkan sebagai Santa dua tahun setelah kematiannya. Biasanya, proses penetapan Santa dapat dimulai lima tahun setelah kematian sang tokoh yang akan ditetapkan.
Menjelang kematiannya, mencuat berbagai tuduhan bahwa Bunda Teresa dan orde biarawatinya memiliki motif tersembunyi dalam membantu warga miskin, yakni dengan tujuan mengubah keyakinan mereka menjadi pengaut Kristiani.
Orde biarawati menolak tuduhan itu dan menyatakan bahwa sebagian besar warga miskin yang dibantu di Kalighat Home for Dying Destitutes di Kalkuta adalah mereka yang tak mampu dan hanya memiliki beberapa hari untuk hidup. Sementara, untuk menganut kepercayaan Kristen diperlukan proses yang panjang.
Gereja Katolik mendefinisikan Santa yakni seseorang yang diyakini cukup suci selama hidup sehingga setelah meninggal mereka berada di Surga dan dapat menjadi perantara Tuhan dalam memberikan mukjizat.
Bunda Teresa diakui oleh Gereja Katolik memiliki dua mukjizat, keduanya terkait dengan proses penyembuhan orang yang sakit. (ama)