Juru bicara jaksa antiteror Belgia, Thierry Werts, menyatakan dalam konferensi pers bahwa tersangka teroris itu diidentifikasi bernama Mohamed Belkaid, 35, warga negara Aljazair yang tinggal di Belgia secara ilegal.
"Di sebelah jasad terdapat Kalashnikov, sebuah buku tentang Salafisme dan bendera ISIS," kata Werts pada Rabu (16/3).
Lihat juga:Polisi Belgia Serbu Terduga Teroris Paris |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perburuan polisi dilanjutkan hingga ke distrik selatan dari Brussels namun "tidak menemukan hasil," kata Werts.
Perburuan itu berujung baku tembak polisi dengan para tersangka teroris yang melukai empat petugas polisi. Baku tembak yang berlangsung selama berjam-jam membuat akses ke wilayah di sekitar penyerbuan ditutup.
Polisi mengevakuasi siswa dari sekolah dan taman kanak-kanak di dekat lokasi kejadian setelah langit mulai gelap. Sebanyak 50 warga sekitar bahkan terpaksa berlindung di pasar swalayan terdekat.
Warga kemudian diizinkan untuk kembali ke rumah masing-masing dengan penjagaan polisi.
Serangan di Paris sempat meningkatkan ketegangan dalam hubungan Belgia-Perancis. Perancis menilai Belgia gagal mengawasi terduga teroris yang kembali dari Suriah.
Salah satu tersangka utama, Salah Abdeslam, 26, warga negara Perancis, hingga kini masih buron. Abdeslam meninggalkan Paris beberapa jam setelah saudaranya meledakkan diri di luar sebuah kafe yang padat pengunjung.
Belakangan, Belgia menangkap 10 orang yang diduga membantu Abdeslam dan rekan-rekannya melancarkan serangan.
Belgia, dengan populasi warga Muslim sekitar lima persen dari 11 juta penduduk, menjadi negara di Uni Eropa dengan jumlah warga terbanyak yang bergabung dengan ISIS di Suriah. (ama)