Selama beberapa bulan terakhir, kandidat calon presiden dari Partai Republik itu memang mencela China dalam berbagai kampanyenya. Trump menyatakan akan menerapkan tarif terhadap produk yang diproduksi dari luar negeri, terutama dari China dan akan menarik barang-barang AS dari China untuk dibuat di dalam negeri, salah satunya iPhone.
Pemerintah Beijing sebelumnya tidak menanggapi komentar Trump dengan mengatakan siapapun yang terpilih presiden, hubungan China dengan AS tidak akan terganggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam editorial berjudul "Trump membuka kotak Pandora di AS", koran yang menjadi corong pemerintah komunis China menyebut Trump "bermulut besar" dan "suka menghina".
Global Times menuliskan, sebenarnya Trump awalnya bukan kandidat calon presiden, hanya "badut yang digunakan untuk memikat pemilih bagi Partai Republik". Namun dia justru melejit mengalahkan kandidat lainnya.
"Badut itu sekarang adalah kuda hitam terbesar," tulis Global Times.
Lihat juga:Menteri Australia: Kampanye Trump Mengerikan |
Dalam kalimat penutupnya, editorial itu memperingatkan AS agar tidak menjadi perusak perdamaian dunia, sebelum menuding negara lain "nasionalis dan tiran."
Di China, Trump tidak hanya dikecam oleh pemerintah Beijing, namun juga para aktivis pendukung demokrasi. Menurut para aktivis yang selamat dalam aksi yang menewaskan ribuan mahasiswa di Lapangan Tiananmen tahun 1989, Trump antidemokrasi.
Pernyataan ini disampaikan menyusul komentar Trump dalam debat di Miami soal demonstrasi pro-demokrasi yang menurutnya adalah "kerusuhan."
Menurut mantan aktivis Tiananmen, Wang Dan, bahasa yang digunakan Trump persis pernyataan yang dikeluarkan konglomerat real estate itu saat menanggapi pembantaian mahasiswa oleh tentara China dalam wawancara dengan majalah Time di tahun 1989.
"Saya kecewa dan marah oleh perkataan Trump. Jika penindasan berdarah dipuji sebagai tindakan 'kuat, tegas', apa artinya ini bagi nilai-nilai Amerika, terutama jika kesalahan ini datang dari seorang kandidat presiden?" kata Wang, dikutip CNN. (stu)