Kantor berita Korea Selatan menyatakan bahwa rudal yang diluncurkan pada Jumat (17/3) itu diduga merupakan rudal jarak menengah jenis Rodong.
Kepala Staf Kantor Militer Gabungan di Korea Selatan menyatakan bahwa rudal itu diluncurkan dari daerah dekat pantai barat, sebelah utara ibu kota Pyongyang. Rudal itu terbang melintasi semenanjung dan menuju pantai timur pada Jumat pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pekan lalu, Korea Utara menembakkan dua rudal jarak pendek ke lepas pantai timur. Kim bahkan memerintahkan negaranya untuk lebih banyak meluncurkan uji coba senjata nuklir dan rudal untuk meningkatkan kemampuan serangan.
Lihat juga:Korut Vonis Pelajar AS 15 Tahun Kerja Paksa |
Dilaporkan CNN, militer Korea Selatan masih melakukan pelacakan dan pemantauan terkait tindakan Korut yang dinilai memprovokasi ketegangan ini.
Peluncuran rudal dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea, akibat sejumlah tindakan Korut yang agresif beberapa bulan terakhir. Pada awal Januari, Korut menguji coba bom nuklir, sementara pada awal Februari, Korut meluncurkan roket jarak jauh yang diklaim sebagai satelit pemantau bumi. Tindakan Korut ini dinilai berisiko menimbulkan sanksi baru dari Dewan Keamanan PBB.
AS menjatuhkan sanksi baru yang lebih keras dan luas terhadap Pyongyang pada Rabu (16/3), yang bertujuan untuk memperluas blokade AS terhadap negara yang terisolasi itu. Di bawah sanksi ini, individu dan entitas yang berhubungan dengan perekonomian Korea Utara terancam masuk daftar hitam AS.
Sementara, Mahkamah Agung Korea Utara pada Rabu menghukum seorang mahasiswa Amerika Serikat dengan hukuman kerja keras selama 15 tahun karena dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap negara. Washington menilai hukuman itu bermotif politik. (ama)