Savchenko, 34, ditangkap oleh pemberontak pro-Moskow di Ukraina timur pada Juni 2014 dalam konflik separatis di wilayah itu. Savchenko kemudian diserahkan ke Rusia dan dituduh mengarahkan tembakan mortir yang menewaskan dua wartawan Rusia.
Savchenko dianggap sebagai pahlawan nasional dan simbol anti-Kremlin oleh banyak orang di Ukraina. Di Rusia, televisi pemerintah menggambarkan Savchenko sebagai seorang nasionalis Ukraina berbahaya yang telah menumpahkan darah warga sipil dengan tangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Savchenko berharap dia dapat kembali ke Ukraina dalam waktu dekat sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran antara Moskow dan Kiev.
Sebelumnya, pengacara Savchenko, Mark Feigin menyangkal kejahatan yang dituduhkan terhadap kliennya dengan menyatakan bahwa Savchenko sudah ditawan oleh kelompok pemberontak pro-Rusia selama satu jam sebelum serangan yang menewaskan dua wartawan Rusia terjadi.
Pemerintah Amerika Serikat sudah menyerukan pembebasan Savchenko dan menganggapnya sebagai sandera Rusia. (ama)