Danny Danon, duta besar Israel untuk PBB, pada Kamis (24/3) mengatakan data itu sebagai “data hitam” dan menyebut UNHRC memiliki obsesi untuk melawan Israel.
UNHRC yang berbasis di Jenewa merupakan forum 47 negara yang didirikan 10 tahun lalu dan dituding Israel dan AS bias terhadap Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
UNHRC meminta daftar perusahaan diperbarui setiap tahun dan akan disebut sebagai "pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional yang terlibat dalam produksi barang permukiman."
Netanyahu menyebut tindakan mengecam Israel tapi tidak mengecam serangan oleh warga Palestina terhadap Israel dan ISIS di Eropa adalah absurd.
Danon mengatakan keputusan UNHRC mengingatkan akan ”masa gelap di Eropa ketika bisnis Yahudi diasingkan. Siapa pun yang mendukung keputusan hari ini, seharusnya malu."
UNHRC juga menugaskan Stanley Michael Lynk sebagai penyidik baru soal situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina menyusul pengunduran diri pelapor khusus Makarim Wibisono yang menyebut Israel tak mau bekerja sama dengannya.
Israel merebut Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur dalam perang Timur Tengah 1967 dan kemudian mencaplok Yerusalem Timur sebagai ibu kota abadinya, langkah yang tidak pernah diakui secara internasional. (stu)