Namanya adalah Naim al Hamed, 28, disebutkan dalam buletin penyelidik Perancis untuk aparat keamanan Eropa. Hamed, yang belum diketahui apakah nama asli atau bukan, disebut "sangat berbahaya dan kemungkinan bersenjata."
Nama Hamed disandingkan dengan dua dari tiga pelaku serangan, yaitu Khalid Bakraoui dan Najim Laachraoui. Selain terlibat serangan Brussels, Hamed diduga merupakan tokoh penting dalam serangan di Paris tahun lalu yang menewaskan 130 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum diketahui apakah Hamed adalah pria yang tertangkap kamera mengenakan pakaian putih dan meletakkan bom yang gagal meledak di bandara Zaventem atau bukan. Bisa jadi dia adalah orang kedua yang belum teridentifikasi dalam ledakan di stasiun metro. Atau bahkan, Hamed mengawasi dari jauh dan tidak berada di lokasi.
Koran Perancis Le Monde melaporkan, DNA Hamed ditemukan di apartemen di Rue Max Roos, wilayah Schaerbeek, Brussels, tempat ketiga pelaku berangkat menuju bandara. Namun laporan ini belum dikonfirmasi kepolisian.
Hamed diyakini adalah anggota ISIS yang menyusup di dalam ratusan pengungsi Suriah dan Irak yang menuju pulau Leros di Yunani, September lalu.
Sumber CNN di Paris mengatakan, Abdelhamid Abaaoud, pemimpin serangan di Paris juga terlihat di Leros pada bulan itu.
Hamed diduga berangkat dari Yunani menuju pusat pengungsi dekat Ulm. Di waktu itu, Abdeslam menyambangi fasilitas tersebut dan dua pengungsi hilang.
Selain itu, penyidik masih menelusuri peran pria ini. Saat ini Hamed merupakan buronan nomor satu di Eropa dan keberadaannya masih belum diketahui.