Dilaporkan Reuters pada Jumat (1/4), Korea Selatan melaporkan terdeteksi sinyal yang dikirim dari Korea Utara, yang diyakini untuk mengganggu penerimaan sinyal dari jaringan GPS.
"Sinyal interferensi dikonfirmasi datang dari arah Haeju dan Gunung Kumgang," bunyi pernyataan Kementerian Telekomunikasi Korsel, merujuk ke sejumlah daerah di pantai barat dan timur Korea Utara yang berdekatan dengan wilayah perbatasan.
Lihat juga:Uni Eropa Perluas Sanksi untuk Korea Utara |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Sains Korsel menyatakan pengacak sinyal GPS itu memengaruhi 58 pesawat dan 52 kapal, meskipun sejauh ini belum ada laporan kecelakaan terkait gangguan sinyal GPS ini.
Pada 2010, Menteri Pertahanan Korsel memperingatkan bahwa Korea Utara memperoleh perangkat pengacak sinyal buatan Rusia yang mampu mengganggu sistem senjata terpandu.
Dua tahun kemudian, ketika ketegangan hubungan Korsel-Korut juga tengah meningkat, Korsel melaporkan Korut mengacak sinyal Korsel mengakibatkan ratusan pesawat sipil dan kapal Korsel menggunakan peralatan navigasi cadangan untuk menghindari kecelakaan.
Ketegangan antara Korut dan Korsel meningkat tahun ini menyusul uji coba bom nuklir Korut pada awal Januari dan peluncuran satelit Korut menggunakan Koret pada awal Februari lalu.
Sementara Korut memprotes latihan militer gabungan Korsel-AS, negara pimpinan Kim Jong Un itu kerap menembakkan sejumlah rudal jarak pendek ke laut menuju Korsel dalam upaya unjuk kekuatan. (stu)