Selama dua minggu kedepan terhitung hari ini, Senin (4/4), pasukan kedua negara akan menguji coba komunikasi, logistik dan prosedur mobilitas untuk menangani keamanan kemanusian dan maritim, kata pejabat pertahanan Filipina.
"Latihan Balikatan dirancang tidak untuk mengatasi masalah khusus tapi untuk mengumpulkan semua bagian dalam spektrum perang," kata Wakil Laksamana Alexander Lopez, direkrut militer Filipina, saat konferensi pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di beberapa daerah, AS melakukan patroli “kebebasan navigasi”, dengan berlayar dekat pulau yang jadi sumber sengketa, untuk menunjukkan kepada China bahwa mereka memiliki hak berlayar di perairan internasional.
Patroli itu menuai teguran dari China namun para pejabat AS terus menentang klaim maritim China yang mereka sebut tak berdasar.
Filipina, sementara itu, telah membawa sengketa Laut China Selatan dengan China ke arbitrase internasional dan keputusan diharapkanakan keluar akhir April atau awal Mei. China menolak untuk ambil bagian dalam kasus tersebut.
Kontigen kecil pasukan Australia akan bergabung dengan latihan AS-Filipina, sementara Vietnam dan Jepang mengirimkan petugas untuk mengamati. (stu)