Ayah Cameron, Ian Cameron, disebut telah menggunakan jasa Mossack Fonseca untuk menutupi perusahaan investasi miliknya, Blairmore Holdings Inc.
Pada prospektus tahun 2006 dari Blairmore Holdings Inc, Ian Cameron termasuk dalam salah satu formasi perusahaan itu. Ian adalah pialang saham dan konglomerat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Cameron sebelumnya menyatakan itu merupakan "masalah pribadi."
Namun, pernyataan itu tidak menyebutkan apakah keluarga Cameron pernah menerima keuntungan pendanaan luar negeri di masa lalu.
"Perdana menteri tidak memiliki saham. Nyonya Cameron memiliki sejumlah kecil saham yang terhubung ke tanah ayahnya, yang ia nyatakan dalam pelaporan pajak," bunyi pernyataan itu.
Sementara, pemimpin partai oposisi utama Inggris mendesak pemerintah Inggris untuk mengatasi praktik bebas pajak dan menuduh Cameron memungkinkan kaum "elite yang super kaya" untuk menghindari pajak.
Bocoran dokumen Mossack Fonseca memberikan bukti berbagai pemimpin negara, politisi dan pesohor dunia menyembunyikan kekayaan mereka dalam perusahaan di yuridiksi bebas pajak yang dirahasiakan.
Pemerintah Inggris berjanji akan menyelidiki bocoran dokumen itu, namun pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn menyerukan upaya yang lebih luas, termasuk mendirikan lembaga penyelidikan independen.
"Jangan sampai ada satu aturan pajak untuk kaum elite kaya dan satu aturan lainnya untuk kita semua," kata Corbyn pada peluncuran kampanye Partai Buruh untuk pemilu lokal bulan depan.
"Ketidakadilan dan penyalahgunaan [pajak] harus berhenti, jangan hanya basa-basi, kaum kaya harus membayarnya," ujar Corbyn.
Corbyn menyatakan Inggris memiliki "tanggung jawab besar" karena sejumlah wilayah surga pajak berada di bawah teritori Inggris, seperti British Virgin Islands, Cayman Islands, Jersey dan Isle of Man. (ama/den)